Wednesday, 23 May 2012

Arti Nomor Menurut Fengshui

Postingan ini, anggap saja ngfresh-in otak yang lagi suntuk. Percaya atau tidak percaya, banyak orang pilah-pilih dalam memilih nomor, entah untuk nomor rumah, handphone, plat kendaraan dan lain sebagainya. Menurut fengshui, Feng berarti Arah dan Shui Air ( Tempat), yang diartikan, ramalan atau analisa tehadap suatu tempat / arah nomor atau tata ruang. 

Nomor yang terlibat dalam sehari-hari, dapat menjadi peruntungan bagi seseorang yang memakainya. Beberapa masyarakat percaya bahwa dengan nomor hoki ( nomor hoki belum tentu nomor cantik ), bisa merubah peruntungan hidupnya. Nomor cantik belum tentu nomor hoki. Akhirnya banyak yang kejar-kejaran mencari nomor hoki bila perlu nomor hoki dan cantik. ( sekali lagi percaya gak percaya )

Saya sendiri, pakai alamat blog http://melia168.blogspot.com, karena 168 adalah tiga nomor terakhir dari nomor handphone saya. Berikut Arti nomor menurut fengshui :

Angka 0 artinya : khusus, special, langka
Angka 1 artinya : satu, satu-satunya, saya sendiri
Angka 2 artinya : Mudah, gampang, tidak sulit
Angka 3 artinya : menemukan, mendapatkan, hidup
Angka 4 artinya : miskin, mati, susah
Angka 5 artinya : tidak akan, tidak pernah, tidak bisa
Angka 6 artinya : menuju, akan
Angka 7 artinya : tepat, hoki, pasti, atau disebut ketuhanan
Angka 8 artinya : makmur
Angka 9 artinya : sukses, panjang, lama

Jika angka-angka tersebut di kombinasikan maka artinya bisa beraneka ragam, berdasarkan fengshui :
168 artinya : saya akan makmur
328 artinya : menemukan kemudahan akan makmur
28 artinya : mudah makmur
78 artinya : pasti makmur

Nomor-nomor yang di jauhi :
64 artinya : akan miskin
74 artinya : pasti miskin
58 artinya : tidak akan makmur
24 artinya ; mudah mati
34 artinya : hidup susah

Tetapi menurut fengshui, ada beberapa nomor angka jtidak baik di kombinasikan, seperti angka 69,walaupun jika diartikan akan sukses, tetapi dalam fengshui tidaklah demikian. Angka 77 artinya orangnya rewel dan banyak omong. Tetapi jika anda percaya, jangan menempatkan angka 4 dibelakang nomor-nomor anda, menurut fengshui artinya tidak baik.

Nomor cantik belum tentu nomor hoki, nomor cantik seperti 6464 tapi artinya miskin berulang-ulang, atau 5588 artinya tidak akan makmur. bagi yang percaya, mungkin lebih berhati-hati memilih nomor

Coba jumlahkan nomor handphone berikut ini

081218312345 ---> 0+8+1+2+1+8+3+3+1+2+3+4+5 = 38
38 --> artinya menemukan makmur ( bisnis yang dijalankan sudah ok tinggal menunggu hasil mantabnya saja)

Silahkan mencoba menjumlahkan nomor handphone masing-masing yaaaa..
( sumber : voucherpulsaelektrik.com )

Tuesday, 22 May 2012

Asal Usul kata Jilbab

Kata jalâbîb merupakan bentuk jamak dari kata jilbâb. Terdapat beberapa pengertian yang diberikan para ulama mengenai kata jilbabIbnu Abbasmenafsirkannya sebagai ar-ridâ’ (mantel) yang menutup tubuh dari atas hingga bawah. Al-Qasimi menggambarkan, ar-ridâ’ itu seperti as-sirdâb(terowongan). Adapun menurut al-Qurthubi, Ibnu al-’Arabi, dan an-Nasafijilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh.

Ada juga yang mengartikannya sebagai milhafah (baju kurung yang longgar dan tidak tipis) dan semua yang menutupi, baik berupa pakaian maupun lainnya. Sebagian lainnya memahaminya sebagai mulâ’ah (baju kurung) yang menutupi wanita atau al-qamîsh (baju gamis).
Sebagian lainnya yakni Qatadah dan riwayat lain dari Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa jilbab itu diikatkan di atas dahi kemudian ditutupkan pada hidung. Sekalipun kedua matanya terlihat, jilbab itu menutupi dada dan sebagian besar wajahnya..Adapun menurut al-Hasanjilbab itu menutupi separuh wajahnya. Ada pula yang berpendapat, wajah tidak termasuk bagian yang ditutup dengan jilbab. Menurut Ikrimahjilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya,  sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan
Meskipun berbeda-beda, menurut Al-Baqai, semua makna yang dimaksud itu tidak salah. Bahwa jilbab adalah setiap pakaian longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan dalam keseharian

Monday, 21 May 2012

Cacat dan Aneka Penyakit Bawaan

Mungkin kita pernah menjumpai sejumlah orang yang kondisi tubuhnya tidak serupa dengan mayoritas orang lainnya. Mereka yang tidak normal itu sering disebut dengan istilah cacat. Kondisi tubuh yang cacat dan juga penyakit bawaan yang diderita seseorang sangat terkait dengan genetika.


Penyakit tersebut disebabkan oleh warisan genetika dan bukan oleh bakteri atau infeksi kuman penyakit. Cacat dan penyakit bawaan lainnya tidak menular. Secara umum, penyakit genetik ini dibawa oleh gen yang memiliki sifat resesif. Dan akan muncul pada suatu penyakit atau cacat pada keadaan resesif homozigot.

Pada individu dengan keadaan gen yang heterozigot tidak menampakkan kelainan atau penyakit apapun. Kondisi demikian disebut dengan pembawa sifat (carrier).

Individu yang memiliki sifat carrier ini walaupun menampakkan fenotipe normal, namun bisa mewariskan sifat negatif pada generasi berikutnya. Pada dasarnya, penyakit bawaan ini ada yang diturunkan melalui kromosom kelamin atau kromosom tubuh.

Cacat Bawaan Akibat Kromosom Tubuh (Autosom)

Pada cacat jenis tersebut terbagi menjadi dua yakni:

Cacat bawaan terpaut dengan kromosom tubuh yang resesif. 
Yang termasuk cacat ini seperti albino, hemophilia, sistis fibrosis, kebotakan, fenilketunaria (fku), schizofreni, anemia sel sabit, dan juga thalasemia.
Cacat bawaan terpaut kromosom tubuh yang dominan. 
Pada penyakit ini meliputi polidaktili, sindaktili, hipertensi, Huntington, dan brakidaktili.

Cacat Bawaan Terpaut Kromosom Kelamin
Cacat bawaan tipe ini kebiasaannya bersifat resesif. Contohnya hemophilia dan juga buta warna. Mari kita perhatikan uraian berikut tentang penyakit dan cacat bawaan yang diturunkan melalui gen.

Albino

Barangkali sesekali Anda pernah melihat orang yang menderita albino. Penderitanya ditandai dengan proses pigmentasi pada kulit yang tak normal. Penderita albino mudah sekali silau karena matanya sangat peka terhadap rangsangan sinar yang memiliki intensitas tinggi, matahari misalnya.

Penderita albino memiliki mata yang kemerahan karena pembuluh darahnya tampak tidak jelas. Penderita albino juga memiliki kelemahan pada jaringan saraf mata untuk memfokuskan sinar yang datang. Kemampuan memfokuskan sinar yang datang di bola matanya hanya sekitar 60%.

Hemophilia

Hemophilia secara sederhana merupakan penyakit dimana ada ketidakmampuan darah untuk membeku. Karena itu, penderita hemophilia ketika mengalami luka, darahnya akan sulit untuk membeku dan akan terus keluar sehingga bisa berakibat fatal. Mortalitas hemophilia tergolong tinggi terutama pada anak-anak. Jika pria penderita hemophilia menikah, ia akan mewariskan penyakit tersebut kepada keturunannya.

Buta Warna

Penurunan penyakit buta warna disebabkan oleh gen yang  terpaut kromosom x yang memiliki sifat resesif. Penderitanya bisa mewariskan buta warna dari kedua orang tuanya sekalipun kedua orang tua tersebut normal.

Buta warna sendiri bisa dibedakan menjadi dua yakni buta warna sebagian (parsial) yaitu penyakit buta warna yang tidak dapat membedakan warna-warna tertentu saja misalnya tidak bisa membedakan warna hijau dengan warna merah. Dan juga buta warna total (akromatisme) dimana kondisinya lebih parah. Penderita buta warna total tidak mampu membedakan warna apapun, kecuali warna dasar hitam dan putih saja.

Brakidaktili, Sindaktili, dan Polidaktili

Brakidaktili merupakan kecacatan yang menyebabkan jari-jari kaki ataupun tangan menjadi pendek. Sindaktili merupakan kecacatan yang menyebabkan jari-jari kaki atau tangan menjadi saling berdekatan. Dan Polidaktili merupakan cacat yang menyebabkan jumlah jarinya lebih dari lima.

Anda, keluarga atau orang-orang di sekeliling Anda sangat mungkin ada yang mengalami penyakit bawaan atau cacat sebagaimana yang telah diuraikan diatas. Jika Anda sendiri yang mengalaminya, maka bersabar dan tawakkal merupakan jalan terbaik untuk menghindari keputusasaan.

Bagi Anda yang pernah melihat orang-orang yang memiliki kecacatan dan penyakit bawaan tersebut sebaiknya tidak mencelanya. Orang-orang seperti itu sudah seharusnya diberikan kekuatan dan motivasi untuk terus menjalani hidup apa adanya, tanpa ada rasa penyesalan. (deherba.com)

Saturday, 19 May 2012

Mengapa Wanita Takut Menikah?


Di jaman yang serba canggih ini, Pernikahan tidak lagi dipandang sebagai lembaga sakral yang perlu di jaga dan dijunjung tinggi kehormatannya. Pernikahan seakan menjadi problema yang menakutkan bagi kaum wanita meskipun dari segi usia sudah mencukupi untuk menjalin hubungan yang serius


Perubahan prilaku, karir serta banyaknya pria yang tidak setia pada pasangan, lebih menjadi alasan utama bagi wanita untuk menghindari hubungan rumah tangga. Pola pikir wanita zaman dahulu, pernikahan merupakan gerbang awal kebahagiaan, paling tidak mereka tidak ingin di sebut ' wanita tidak laku' atau menikah karena ingin menjaga kehormatannya, meski mereka tahu pasti terhadap permasalahan yang akan dihadapinya setelah menikah.


Pendidikan
Pendidikan telah merubah harapan perempuan. Semakin tinggi pendidikan, pernikahan bukan lagi menjadi tujuan utama ketika usia sudah matang. Pemikiran yang semakin berkembang, serta akses karir yang melaju sukses, wanita-pun jadi hanyut dalam dunia yang membuat mereka bebas berekpresi tanpa harus tunduk pada aturan-aturan pola perkawinan.

Tidak Percaya dengan Pria
Begitu banyak cerita-cerita pilu yang dialami wanita ketika sudah menikah. Berita kekerasan rumah tangga yang sering mendominasi kaum hawa yang menimbulkan traumatis, membuat perempuan yang masih lajang, menghindari pernikahan. Toh bagi mereka, untuk apa menikah, jika hanya menjadi bulan-bulanan pria (diperlakukan semena-mena).Perempuan ingin menikah karena mereka butuh perlindungan dan rasa nyaman dari seorang laki-laki. 

Ketidak-percayaan terhadap kaum adam yang sering melakukan perselingkuhan atau tidak setia pada pasangannya, juga maraknya poligami terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, lonjakan terhadap perceraian-pun semakin meningkat drastis. Tidak sedikit wanita berstatus istri lebih memilih menjadi janda, ketimbang mempertahankan perkawinan yang sudah kehilangan kehormatan dan tidak ada lagi rasa saling percaya. Perkawinan bukan lagi menjadi wadah untuk membina keluarga sakinah, alih-alih mendapat kebahagiaan, yang tersisa cuma penyesalan dan penderitaan. Trauma dari melihat perkawinan orang tua, sahabat atau siapapun orangnya, akibat lain yang membuat wanita tidak berani menikah. Mereka ketakutan jika kejadian yang sama akan menimpa kehidupannya.

Terlalu Mandiri
Perubahan struktur sosial yang didapat wanita mengenyam pendidikan tinggi dengan penghasilan diatas rata-rata, adalah alasan lain yang membuat wanita tidak ingin bergantung pada laki-laki. Kehidupan nyaman serta kebebasan dalam beraktivitas, wanita seakan tidak memrlukan lagi status sosial sebagai seorang istri/ibu. Memiliki anak serta mengurus suami, dipandang sebagai penghalang kebebasan. Kesenjangan ekonomi atau karena masalah ekonomi, sering mendominasi terjadinya wanita diperlakukan tidak adil. Entah alasan karena suami yang bekerja (mencari nafkah/uang), laki-laki seringkali tidak lagi perduli akan penghargaanya terhadap istri. Maka, berbondong-bondonglah wanita memilih perceraian daripada harus menunggu suami yang terlalu pelit dalam masalah keuangan

Pernikahan hendaknya disikapi sebagai lembaga sakral bukan semata-mata simbol. Perlunya komitment yang tinggi untuk menjaga perkawinan yang dilandasi moral dan iman yang baik, maka pernikahan bukan hal yang perlu dihindari. Rasa saling menghargai dan saling percaya, serta komunikasi yang lancar, paling tidak meminimalisir keributan dan hancurnya sebuah tumah tangga. 

Kita semua butuh panutan, teladan dari siapapun juga. Sebab manusia sebagi mahluk sosial yang memiliki rasa simpati dan butuh keteladanan dalam menata kehidupan. Jika tatanan moral dan iman sudah hilang dari mereka-mereka yang dianggap perlu dihormati dan dijadikan teladan, niscaya punah sudah sikap saling menghargai. Kita memang tidak seharusnya berpatokan pada hukum/cara pandang manusia, tapi karena kita hidup bersosialisasi, maka kita butuh cara yang baik dan terhormat dari lingkungan sosial tersebut.

Thursday, 17 May 2012

Sejarah Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan,Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Ukuran besar tinggi Jembatan Ampera:
Panjang : 1.117 m (bagian tengah 71,90 m)
Lebar : 22 m
Tinggi : 11.5 m dari permukaan air
Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah
Jarak antara menara : 75 m
Berat : 944 ton

Ide untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang ”Seberang Ulu dan Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zaman GemeentePalembang, tahun 1906. Saat jabatan Walikota Palembang dijabat Le Cocq de Ville, tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu tidak pernah terealisasi.

Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan pembangunan jembatan kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk na-ma Sungai Musi yang dilintasinya, pada sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergolong nekat sebab anggaran yang ada di Kota Palembang yang akan dijadikan modal awal hanya sekitar Rp 30.000,00. Pada tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Pendampingnya, Walikota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu.

Usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, yang didukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil. Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan ini rencananya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di kedua ujung jembatan itu. Dilakukanlah penunjukan perusahaan pelaksana pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961, dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00).

Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.

Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat

Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.[4]

Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini

Wednesday, 16 May 2012

Napak Tilas - Sri Mulyani Indrawati


Siapa yang tidak mengenal perempuan separuh baya ini, Sri Mulyani Indrawati, Mantan Menteri Keuangan Indonesia yang saat ini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, dipastikan tidak masuk ke dalam bursa calon Presiden Bank Dunia untuk menggantikan pejabat sekarang, Robert Zoellick. 


Wanita kelahiran Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 49 tahun adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Perempuan dengan segudang prestasi ini,  sempat dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007


Alumni Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia. (1981 – 1986), Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A. (1988 – 1990)
Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A. (1990 – 1992),  sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

Berikut ini beberapa pengalaman kerja Sri Mulyani Indrawati :


-Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI), Juni 1998 – Sekarang
-Nara Sumber Sub Tim Perubahan UU Perbankan, Tim Reformasi Hukum – Departemen Kehakiman RI, Agustus 1998 s/d Maret 1999.
-Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999 – 2000, -----Kelompok Kerja Bidang Hukum Bisnis, Menteri Kehakiman Republik Indonesia, 15 Mei 1999 – Sekarang
-Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI, Juni 1998 s/d sekarang.
-Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan Kemanusiaan, terhitung 1 April 1999 - Sekarang
-Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia, Agustus 1998 – Sekarang
-Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa S3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP. 95507 --Program Doktor (S3) Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute Pertanian Bogor, Juni 1998
-Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 1996 – 2000
-Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI, 1996-Maret 1999
-Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI, Mei 1995 – Juni 1998
-Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FEUI, 1993 – Mei 1995
-Research Associate, LPEM FEUI, 1992 – Sekarang
-Pengajar Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia, 1986 – Sekarang
-Anggota Kelompok Kerja – GATS Departemen Keuangan, RI 1995
-Anggota Kelompak Kerja Mobilitas Penduduk Menteri Negara Kependudukan – BKKBN, 1995
-Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN, Mei – Desember 1995
-Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS, 1994 – 1995
-Asisten Profesor, University of lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990 – 1992
-Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia, 1985 – 1986

Saturday, 12 May 2012

Sejarah Kalender Islam


Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.


Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.


Sistem kalender pra-Islam di Arab
Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari.

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Revisi penanggalan
Pada era kenabian Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari pada sistem penanggalan.
Penentuan Tahun 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.

Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558

No Penanggalan Islam Lama Hari
1 Muharram                    30
2 Safar                            29
3 Rabiul awal                    30
4 Rabiul akhir                    29
5 Jumadil awal                    30
6 Jumadil akhir                    29
7 Rajab                            30
8 Sya'ban                            29
9 Ramadhan                    30
10 Syawal                            29
11 Dzulkaidah                    30
12 Dzulhijjah                    29/(30)

       Total                          354/(355)

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:

al-Itsnayn (Senin)
ats-Tsalaatsa' (Selasa)
al-Arba'aa / ar-Raabi' (Rabu)
al-Khamsatun (Kamis)
al-Jumu'ah (Jumat)
as-Sabat (Sabtu)
al-Ahad (Minggu)


Kalender Hijriah dan Penanggalan Jawa
Sistem Kalender Jawa berbeda dengan Kalender Hijriyah, meski keduanya memiliki kemiripan. Pada abad ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem penanggalan Kalender Saka (berbasis Matahari) yang berasal dari India. Sistem penanggalan ini digunakan hingga pada tahun 1625 Masehi (bertepatan dengan tahun 1547 Saka), Sultan Agung mengubah sistem Kalender Jawa dengan mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, seperti nama-nama hari, bulan, serta berbasis lunar (komariyah). Namun demikian, demi kesinambungan, angka tahun saka diteruskan, dari 1547 Saka Kalender Jawa tetap meneruskan bilangan tahun dari 1547 Saka ke 1547 Jawa.

Berbeda dengan Kalender Hijriah yang murni menggunakan visibilitas Bulan (moon visibility) pada penentuan awal bulan (first month), Penanggalan Jawa telah menetapkan jumlah hari dalam setiap bulannya.