Showing posts with label Seputar Palembang. Show all posts
Showing posts with label Seputar Palembang. Show all posts

Thursday, 16 April 2015

Duku Rasuan, Panen Tahun Ini Tak Semanis Rasa Dukunya


Tangan Pak Idroes (74 tahun) dengan sigap menerima "panangkilan" yang penuh berisi duku. Alat yang terbuat dari rotan berbentuk bulat memanjang dengan sisi bawah berbentuk kerucut dan sisi lainnya terbuka ini diturunkan dari atas pohon duku silih berganti. Kakinya  yang sudah sering sakit-sakitan karena usianya yang telah lanjut seperti tidak dia hiraukan. Dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan tergopoh menuju alat yang unik ini. Dia kemudian menumpahkan duku yang ada di dalamnya di atas rumput beralas tenda plastik itu.

Dalam dua minggu terakhir sejak akhir Maret 2015 ayah tujuh orang putra-putri ini melakukan panen duku dilahan perkebunan miliknya di areal seluas 2 hektar. Di kebun ini, selain duku, ada pula pohon durian, pisang dan karet yang dia tanam, untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari.


Tangan Pak Idroes, masih terus bekerja. Usai menerima duku dari atas, dia dengan cekatan membersihkan tangkai demi tangkai duku yang ada untuk kemudian dimasukkan ke dalam peti kayu yang telah di siapkan. Begitulah proses panen yang sederhana yang berlangsung di kebun miliknya, di desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu, (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Luas kebun Pak Idroes yang 2 hektar itu tidak semuanya dipenuhi kebun duku. Sebagian ada pohon durian, pisang dan karet. Dia bersyukur 65 batang pohon duku yang berusia antara 10-30 itu, tahun ini berbuah semuanya. Satu batang duku yang usinya lebih tua bisa menghasilkan 30-50 peti duku. Kebun duku miliknya ini terakhir berbuah dua tahun lalu. "Saya bersyukur 2015 ini bisa panen, sebab sejak 2 tahun lalu duku kami tidak bisa dipanen karena keburu rontok akibat cuaca," katanya.

Dulu, kata Pak Idroes, buah duku ini menjadi andalan utama mata pencaharian bagi keluarganya. Tidak hanya bagi dia dan keluarga tapi juga masyarakat OKU Timur khususnya, terutama yang hidup di pesisir Sungai Komering yang saat ini sudah semakin kering. Namun belakangan buah duku yang manis ini tidak lagi menjanjikan kemanisan hasil panennya. Terlebih jika panennya serentak dengan daerah lain yang ada di Sumatera Selatan. Duku akan banjir dimana-mana sehingga menyebabkan harganya menjadi murah.

Untuk menghindari agar jangan sampai buah duku yang ada tidak terjual, Pak Idroes terpaksa menjual dukunya dengan harga yang ada. Seperti tahun ini misalnya, di saat panen awal Pak Idroes masih menjual duku kepada para pelanggannya dengan harga yang relatif tinggi, namun belakangan setelah panen serentak dia mengikuti harga pasar.  Dia bahkan menjual dukunya ke tengkulak yang bermunculan pada saat panen tiba. "Apa boleh buat, dari pada tak laku. Yang penting bisa jadi uang, kendati saya mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk memelihara duku ini hingga masak dan belum lagi ongkos pasca panen," kata mantan Kades ini.

Duku, memang buah yang sudah tak lagi menjajikan pemasukan yang besar pagi Pak Idroes. Kenyataan ini, terpaksa membuat dia banting stir dan sejak 2004 lalu mulai berkebun karet. Kendati demikian dia tetap memelihara pohon-pohon duku miliknya, terlebih tanaman ini sudah menjadi usaha turun-temurun.

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten OKU Timur, Tubagus Sunarseno mengatakan di wilayahnya terdapat sekitar 2.304 hektar kebun buah, masing-masing duku, durian, rambutan, sawo, dan kedondong. Sementara jumlah pohon duku mencapai 30 ribu batang. Di tahun 2011 luas panen duku mencapai 457 hektar, dan 2012 panen 1.150 hektar. "Kalau tahun ini jumlah panen merata. Hanya saja ada sedikit serangan hama. Hama ini bisa dilihat jika dalam tangkai duku yang masak terdapat buah yang masih hijau," kata Tubagus.

Menurut Tubagus, duku Rasuan, merupakan duku varietas unggu, dari semua daerah yang ada di Sumsel. Kondisi alam,  dan cara pengolahan petani daerah ini yang menunggu duku hinnga ranum membuat duku Rasuan lebih manis dan bijinya lebih sedikit serta warna daging yang bening.

Untuk menjaga agar duku yang merupakan salah satu tanaman langka ini, menurut Tubagus pihaknya, melakukan pengajaran kepada petani bagaimana merawat duku yang baik dan benar. Dia juga mengakui belum ada teknologi yang bisa membuat buah duku ini lebih awet dan tahan lama. Di sisi lain, petani harus melakukan pemangkasan benalu yang ada di pohon duku agar tidak mati. Dia juga menghimbau sebaiknya petani melakukan peremajaan pohon duku baru dan menanam bibit tidak terlalu dalam.

Sementara, Bupati OKU Timur, Herman Deru mengatakan ada beberapa langkah yang dilakukan Pemkab OKU Timur. Langkah tersebut,  diantaranya, mengembangkan varietas duku Rasuan agar tidak punah dan tetap menjadi ciri khas buah dari OKU Timur. Dan menjadi salah satu  buah tropis yang ada di indoensia. Caranya dengan memberikan bantuan bibit duku yang telah di sambung atau okulasi agar tanaman duku tersebut cepat berbuah dgn usia  dibawah 10 tahun, baik untuk peremajaan maupun perluasan areal tanam.

Upaya lainnya, memberikan  pembinaan serta bantuan alat panen maupun keranjang buah untuk dipasarkan keluar wilayah Sumsel. Memberikan pembinaan bagaimana berkebun yang baik dan benar dengan menerapkan GAP (good agriculture practice) dan memberikan informasi maupun pembinaan dalam pemasaran.


Kemudian melakukan dengan instansi lain baik vertical maupun horizontol (perguruan tinggi maupun balai-balai riset lainnya dalam rangka mencari tehnologi baru agar duku dapat berbuah diluar musim. "Usaha lainnya mencari teknologi agar buah duku dapat diolah sehingga bisa dijadikan produk lain,  sebagai makanan kalengan atau sebagainya," kata Herman Deru.

Pak Idroes sudah mengemas perlengkapan memanjat duku miliknya. Para pemanjat sudah turun dari pohon. Peti-peti sudah terisi semua. Tak terasa hari sudah menjelang sore. Kebunnya yang tak jauh dari bantaran Sungai Komering itu sebulan terakhir selalu digenangi air sisa-sisa hujan. Ditambah lagi air Komering yang sedang pasang besar sehingga menyulitkanya untuk melangkah diantara timbunan lumpur dan becek. Kakinya yang tua sengaja dia biarkan tanpa alas. Sementara nafasnya terdengar ngos-ngosan. 

Hidup memang menunda kekalahan, namun Pak Idroes tak pernah menyerah. Dia terus melangkah menuju perahu yang akan menyusuri Sungai Komering untuk membawanya pulang. Sudah tentu dengan kotak-kotak yang sudah berisi duku dari kebun miliknya. Entah apa yang ada dibenaknya saat itu, namun yang jelas, panen duku tahun ini kembali seperti tahun sebelumnya tidak akan  semanis duku miliknya. Buah duku memang sudah tidak menjadi andalan pendapatan baginya, tapi dia akan terus mempertahankan kelestarian tanaman ini, hingga akhir hayat dikandung badan dan oleh generasi setelah dia kelak. semoga... (Ida Idroes Syahrul) 


duku komering Rasuan

Displaying IMG_2562.JPG

Displaying IMG_2564.JPG


Displaying IMG_2568.JPG

duku komering siap dikemas dalam peti
Gambar : Dok Pribadi 'Ida'
"Thank you my sister, Ida Idores Syahrul for this article"

Friday, 3 April 2015

Akhirnya, Palembang Punya Terowongan Underpass

Hallo Palembang. Kabar baik bagi warga jembatan ampera, akhirnya Palembang punya terowongan underpass juga. Jalur lalu lintas yang makin padat dan macet, pemerintah Kodya Palembang membangun 2 underpass, yaitu,
Underpass Simpang Patal Pusri di Jalan Residen Abdul Rozak hingga Jalan R.Sukamto dan Underpass seberang Ulu daerah Plaju simpang Jakabaring yang belum selesai pembangunannya.

Underpass Simpang Patal Pusri
Daerah sekip ujung hingga Sako Kenten yang mengalami perkembangan pesat sejak dibangun Mall PTC, Giant, JM plaza, membuat lalu lintas di simpang Pusri selalu macet total. Pembangunan Flyover di jalan Jend Sudirman dan underpass mulai di kebut untuk memperlancar arus lalu lintas yang semakin padat. Underpass dirancang  bermula dari ruas jalan depan Hotel Novotel hingga Jalan Residen A Rozak sepanjang 1 km dan memakan lahan seluas 1,3 hektar.

Biaya pembangunannya ditaksir Rp300 miliar, diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Underpass ini di percantik dengan ukiran khas Palembang ditembok dinding hingga terkesan terowongan ini menjadi nyaman untuk dilalui. Semoga saja,  jika sudah dapat digunakan, kendaraan yang berasal dari Jl R Sukamto dan Jl Residen Abdul Rozak yang akan melalui terowongan tanpa harus melalui traffic light lagi ini, mengurangi kemacetan disekitar daerah tersebut. Bravo Palembang

Pict : Aulia Bella, Sripo


Ada Ukiran di Dinding Terowongan Underpass Patal-Pusri (Foto) - IMG_20150210_131828.jpg

Monday, 11 August 2014

Alquran Al Akbar, Wisata Religi Alternatif Palembang


Menampilkan foto.JPG
Palembang, ibukota Sumatera Selatan, tak hanya terkenal dengan wisata kulinernya yang beraneka ragam. Selain Pempek dan Sungai Musi, sejak tiga tahun terakhir, ada wisata religi baru yang telah hadir di kota ini selain, Masjid Agung dan makam-makam pembesar Islam lainnya.

Wisata religi dikmaksud adalah  Al Qur'an Al Akbar. Disebut Al Akbar (besar) karena memang bentuknya yang besar dengan ukuran satu halamannya 177 cm x 140 cm x 2,5 cm. Alquran terbesar di dunia ini dibuat dari  kayu tembesu yang langka itu. Ukurannya memang tak main-main. Untuk pembuatan 30 juz itu dibutuhkan 40 meter kubik kayu tembesu. Pencetus dan pencipta Al Akbar ini seorang ustaz muda pada saat itu, Sofwatillah Mohzaib. dia akrab dipanggil Pak Opat.

Kini, kita bisa menikmati indahnya ukiran Alqur'an Al Akbar ini jika berkunjung ke Palembang. Kita bisa melihat Al Akbar yang kini diletakkan di halaman Pesantren Modern  Indo Global Mandiri (IGM) di Gandus Palembang. Alquran ini sebagian atau 15 juz diletakkan di bangunan berlantai lima. Sementara  sebagian lagi diletakkan di kediaman Syofwatillah Mozaib, penggagas pembuatan kitab suci ini.

Spesifikasi Alquran Raksasa ini termasuk cover depan dan belakang yang masing-masing tebalnya 4 cm, akan mencapai ketebalan 9 meter. Isinya,  terdiri dari cover dua halaman,  isi dari juz pertama sampai juz 30 sebanyak 306 lembar atau 612 halaman. Lalu, 17 lembar atau 34 halaman berupa hiasan Quran, daftar isi, daftar halaman, tadjij, sambutan-sambutan mukadimmah, pengesahan pentanshih, panitia dan daftar donatur. Sehingga nantinya total 325 lembar atau 630 halaman bolak-balik.

Namun Alquran tersebut tidak disusun dalam bentuk buku. Melainkan dipajang terpisah di bangunan lima lantai. Sehingga bisa dilihat dan dibaca dari berbagai sisi. Pengerjaan Alquran ini memang tergolong sulit dan rumit. Bagaimana tidak, untuk satu keping Alquran bolak-balik, diperlukan waktu satu bulan.

Menampilkan foto.JPGUntuk mengoreksi isi Al Qur'an tersebut, telah dibentuk tim pentashih yang beranggotakan ulama cukup berpengaruh di Sumatera Selatan. Mereka diantaranya KH A Sazily Mustofa, KH Kgs Nawawi Dencik, KH Abdul Qudus, dan KH Muslim Anshori, dibantu dosen IAIN Raden FatahSanusi Goloman Nasution.
Tim Khusus

Kita umat Islam kini boleh berbangga dengan adanya  Alquran ini. Apalagi untuk bisa ketempat ini kita tidak dipungut biaya / gratis, sebagaimana masuk ke tempat-tempat wisata yang sering kita kunjungi. Selain terkesan, saya juga terharu karena ditempat ini juga ada pesantren modern yang telah berdiri. Kehadiran tempat belajar Islam modern ini menambah nilai plus tempat ini, kendati saya melihat dari segi maintenance tempat ini sebetulnya membutuhkan biaya perawatan. Jika ke Palembang, saya sarankan datanglah melihat Al Akbar, Al Quran raksasa satu-satunya di dunia, dan ada di Palembang. (pict : Aulia Bella )

Monday, 7 July 2014

Wilayah dan Seni Budaya Sumatera Selatan

Sumatera Selatan, kota Palembang khususnya memiliki wilayah dan  seni budaya yang tidak terlepas dari sejarah berdirinya.  Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 10 (sepuluh) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, beserta perangkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah Kabupaten dan Kota membawahi Pemerintah Kecamatan dan Desa / Kelurahan. Pemerintahan Kabupaten / Kota tersebut sebagai berikut 

Kab. Ogan Komering Ulu ( Ibukota Baturaja)
Kab. OKU Timur ( Ibukota Martapura)
Kab. OKU Selatan( Ibukota Muara Dua)
Kab. Ogan Komering Ilir ( Ibukota Kayu Agung)
Kab. Muara Enim ( Ibukota Muara Enim)
Kab. Lahat ( Ibukota Lahat)
Kab. Musi Rawas ( Ibukota Lubuk Linggau)
Kab. Musi Banyuasin ( Ibukota Sekayu)
Kab. Banyuasin ( Ibukota Pangkalan Balai)
Kota Ogan Ilir ( Ibukota Indralaya)
Kota Palembang ( Ibukota Palembang)
Kota Pagar Alam ( Ibukota Pagar Alam)
Kota Lubuk Linggau ( Ibukota Lubuk Linggau)
Kota Prabumulih ( Ibukota Prabumulih)
Jumlah desa di Sumatera Selatan sebanyak 343. Dan Jumlah kecamatan sebanyak 149 buah. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa (3,29 %) sedangkan Kota Palembang dibagi ke dalam 16 kecamatan dan 107 kelurahan, kecamatan-kecamatan tersebut yaitu:

Pakjo
Ilir Timur I
Ilir Timur II
Ilir Barat I
Ilir Barat II
Seberang Ulu I
Seberang Ulu II
Sukarame
Sako
Bukit Kecil
Kemuning
Kertapati
Plaju
Gandus
Kalidoni
Alang-alang lebar
Sematang Borang
Kesenian Sumatera Selatan
Ada sejumlah seni tari yang menggambarkan khas budaya sumatera selatan, dimana setiap tarian memiliki ciri khas, kapan dan dimana tarian tersebut akan digelar, dua diantaranya sbb:

TARI GENDING SRIWIJAYA 

Tarian ini digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang bekunjung ke daerah tersebut, seperti kepala negara Republik Indonesia, menteri kabinet, kepala negara / pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang dianggap setara dengan itu. Untuk menyambut para tamu agung itu digelar suatu tarian tradisional yang salah satunya adalah Gending Sriwijaya, tarian ini berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu.

Tarian Gending Sriwijaya digelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak. Sedang di belakang sekali adalah penyanyi Gending Sriwijaya. Namun saat ini peran penyanyi dan musik pengiring ini sudah lebih banyak digantikan tape recorder. Dalam bentuk aslinya musik pengiring ini terdiri dari gamelan dan gong. Sedang peran pengawal kadang-kadang ditiadakan, terutama apabila tarian itu dipertunjukkan dalam gedung atau panggung tertutup. Penari paling depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk dipersembahkan kepada tamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Persembahan Sekapur Sirih ini menurut aslinya hanya dilakukan oleh putri raja, sultan, atau bangsawan. Pembawa pridon biasanya adalah sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri. Demikianlah pula penari-penari lainnya.

TARI TANGGAI
Tari tanggai dibawakan pada saat menyambut tamu-tamu resmi atau dalam acara pernikahan. Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kaian songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai busana khas daerah para penari kelihatan anggun dengan busana khas daerah. Tarian menggambarkan masyarakat palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamau yang berkunjung ke daerahnya

DUL MULUK
Dul muluk adalah salah satu kesenian tradisional yang ada di Sumatera Selatan biasanya seni Dul Muluk ini dipentaskan pada acara yang bersifat menghibur, seperti pada acara : pernikahan pergelaran tradisional dan panggung hiburan

Lagu Daerah Sumatera Selatan
Anak Lumang 
Angkanya Delapan 
Badai La Jauh 
Berbotoi-Botoi 
Bujang Bringit 
Dirut 
Edy Musa – Tebo Kabeak
Gadis Ale 
Gending Sriwijaya 
Hera Sofian – Ribu Ribu
Idup Nak Ratau
Jang Penante
Jibek Weo 
Karel &Hera Sofian – Dirut
Katak 
Melati Karangan
Mengetem 
Menyesoa2 
Muker Janyei
Nak Ratau
Nasib 
Nasib La Malang 
Pangkalan Umbak 
Pantun Muda Mudi
Pempek Lenzerh
Petang-Petang 
Sayang Selayak
Seinggok Sepemunyian 
Sungai Suci 
Ting Bedeting 
Lagu Daerah Kabupaten OKU
Tinggal Posay (Tinggal Sendiri)
Kabiansa Nyak Bujanji (Hari ini Saya Berjanji) 
Ombay Akas (Nenek Kakek)
Di unggak Ijan (Di atas Tangga)
Hip-hop Komering.
Palembang Darussalam
Yaa Saman
Pempek Lenjer
Pembarab
Petang lah Petang
~~~~~~~ various sources and http://www.sumselprov.go.id ~~~~~~~

Tuesday, 4 March 2014

Tugu Seagames Palembang


Apa kabar kota Palembang? Ada cerita menarik dari warga pempek kapal selem ini. Bundaran Air Mancur (BAM) kini menjadi Tugu Seagames sebagai peringatan pelaksanaan Seagames yang sukses di kota Palembang. Tugu yang berlokasi didepan mesjid agung Palembang atau didepan pasar 16 ilir dan antara jalan Merdeka dan Jendral Sudirman ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengabadikan moment dijembatan Ampera. Tugu tersebut dibangun menggunakan dana APBD 2013 senilai Rp2,5 miliar oleh Dinas Penerangan Jalan Pertamanan dan Pemakaman Palembang
Sebagai  bukti bahwa Palembang (Sumsel) pernah menjadi tuan rumah perhelatan akbar olahraga se- Asia Tenggara. Pembangunan tugu ini sendiri dilakukan mulai Juli - Desember 2013,Selain megah dengan bentuknya yang kokoh berwarna keperakan, tugu tersebut juga dipercantik dengan air mancur, seperti tugu air mancur sebelumnya

Tugu yang berbentuk pelepah daun pisang ini terletak di kawasan Jaka Baring, didepan Glora Sriwijaya Palembang Ulu. Nama Parameswara diambil dari nama raja Melayu pertama yang turun dari Bukit Seguntang. Kemudian Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama pergi ke Tumasik dan diberilah nama Singapura kepada Tumasik. Sewaktu pasukan Majapahit dari Jawa akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka disemenanjung Malaysia dan mendirikan Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya juga membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Setelah terjadinya kontak dengan para pedagang dan orang-orang Gujarat dan Persia di Malaka, maka Parameswara masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah

Hanya saja disayangkan, mengapa bangunan air mancur yang dilama malah dirobohkan, bukankah Palembang masih memiliki tempat menarik lainnya untuk lokasi pembangunan tugu seagames ini. Kita bermula dari sejarah, alangkah lebih bijaknya, bila sejarah lama tetap dijaga keutuhannya.


Inilah bangunan Air Mancur lama yang telah digeser oleh tugu Seagames

Tuesday, 25 September 2012

Mengenal Objek Wisata di Palembang



Bagi sebagian penduduk kota Palembang, kota ini masih minim memiliki tempat hiburan. Jika liburan tiba, seperti hari minggu, lebaran, dan hari libur nasional lainnya, masyarakat lebih memilih pergi ke Mall, berkunjung kesanak family, dan menikmati wisata diluar kota Palembang. Pemerintah daerah belum begitu berhasil mengelola tempat-tempat bersejarah sebagai tempat wisata yang layak dan enak dikunjungi.

Biasanya tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh penduduk setempat adalah sbb:
1. Wisata Punti Kayu
Lokasi wisata ini terletak dijalan Kol.H.Burlian Km.7, atau yang lebih dikenal dengan daerah ' Palimo'(Palembang Limo). Disebut Palimo, disebabkan ada pasar tradisional yang terletak di Km.5. Kawasan wisata ini bisa menuju kearah betung, Jambi dan Bandara Palembang

2. Pulau Kemaro
 Kemaro adalah pulau yang menurut arti namanya adalah Kemarau, karena konon pulau ini tidak pernah terendam saat sungai musi meluap naik dan merendam perumahan di sisi sungai. Kemaro Berjarak 5 km arah hilir dari jembatan Ampera (benteng Kuto Besak).

Untuk bisa menuju pulau kemaro menggunakan perahu (baik perahu cepat maupun perahu klotok) dengan ongkos Rp 100.000 untuk satu perahu pulang pergi (semakin banyak orang yang menaiki perahu tentu ongkos setiap orang nya jadi lebih murah). Lama perjalanan jika menggunakan perahu klotok adalah 30 menit, Pulau ini bisa di akses melalui arah Pusri dan Plaju,Benteng kuto besak

3. Jaka Baring Sport City
Jaka baring sport city merupakan tempat berlangsungnya Asean Games 2011. Dari setiap lokasi arena olah raga ini,memiliki pemandangan dan tempat bersantai yang luas.

4. Wisata Amanzi Water Park
Amanzi water park menjadi icon terbaru bagi kota Palembang, Wisata ini dibangun oleh pengusaha Ciputra yang berdampingan dengan kawasan perumahan Citra Grand City. Lokasi wisata berada di sekitar Jl. Soekarna-Hatta, Km.12

5. Benteng Kuto besak
Tempat ini banyak dikunjungi anak-anak muda,tersedia banyak hiburan,seperti naik perahu mengitari jembatan Ampera dan sungai Musi,sebab lokasinya memang disamping jembatan Ampera dan Monvera.

6. Water Boom OPI
Daerah wisata ini termasuk kurang luas, namun masyarakat Palembang banyak memanfaatkan waktu santai ditempat ini, sekedar makan-makan sambil menyaksikan wisata air. Lokasi berada didaerah Jaka Baring, tepatnya di kawasan perumahan OPI.

Bagi wisatawan luar daerah Palembang, beberapa wisata Sejarah berikut ini, mungkin menjadi alternatif untuk berlibur di Palembang.

- Masjid Agung Palembang
- Benteng Kuto Besak
- Jembatan Ampera
- Monumen Penderitaan Rakyat
- Museum Sultan Badaruddin II
- Museum Balaputra Dewa
- Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
- Kampung Kapiten


Sunday, 2 September 2012

Sejarah dan Resep Pempek (empek-empek ) Palembang



Sejarah Pempek
Pempek atau empek-empek  menjadi trade mark makanan khas wong Plembang bahkan orang luar kota Palembang seringkali mengingat dan menganggap bahwa Palembang terkenal hanya karena empek-empeknya. Padahal masih banyak sejarah lain yang bisa layak dijadikan ikon kota Palembang, seperti Jembatan Ampera juga segudang cerita dongeng dan makanan khas lainnya.

Sejauh ini, belum ada sejarah pasti tentang asal usul makanan pempek, bak sepertii dongeng atau cerita rakyat tentunya kita tetap menghargai sejarah yang diyakini penduduk asli setempat. Beberapa sejarah mengatakan bahwa empek-empek bermula di tahun 1617, oleh seorang perantau keturunan China bernama Apek. Ketika itu ia merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di sungai musi tidak dimanfaatkan dengan baik. Lalu ia mencoba mengolah daging ikan dicampur dengan tepung sagu, sehingga menghasilkan makanan baru. Dinamai pempek, karena penjualnya sendiri sering dipanggil dengan sebutan " pek..pek.."

Jenis -jenis pempek
Dewasa ini, Orang Palembang banyak mengkreasikan pempek menjadi olahan makanan yang bisa di mix n match supaya bisa disantap oleh berbagai usia, dan bisa dimakan kapan saja. Bagi mereka yang tidak terbiasa  makan cuka yang pedas(kuah cuka,sajian khas yang dimakan dengan pempek) akan mengalami sakit perut, mules, namun tetap saja pempek menjadi makanan yang tetap enak disantap dan kaya akan giji. Jenis-jenis pempek:
-Pempek Lenjer
-pempek Kapal selam ( pempek besar yang didalamnya berisi telor)
-pempek adaan ( berupa bulat kecil)
-pempek Kulit ( terbuat dari kulit ikan)
-pempek keriting 
-pempek panggang/ lenggang
-celimpungan
-tekwan dan model, dsb

Resep Pempek
Seperti sejarahnya, setiap orang memiliki versi berbeda dengan membuat adonan dasar pempek ini. Biasanya semakin banyak ikan-nya semakin lezat rasa pempek. Jenis ikan yang bisa dijadikan olahan makanan pempek berupa ikan yang sudah digiling yaitu bisa dari ikan belida, ikan gabus,ikan tenggiri,ikan salmon,tuna,ikan tongkol kecil, ikan parang-parang, dsb

 Resep Adonan Dasar Pempek

(Resep pempek ala keluarga saya/http://melia168.blogspot.com)
Bahan :
1kg daging ikan giling (ikan gabus/ikan tenggiri)
1kg tepung sagu
garam, telor, penyedap rasa, air secukupnya

Cara membuatnya :
1. Biasanya ikan giling 1kg jika di wadahi bisa berisi 1mangkok gelas kecil. Lalu masukan garam, telor, penyedap rasa secukupnya, uleni sampai rata.
2. 1 mangkok ikan giling, tambahkan 1mangkok air, lalu uleni lagi hingga rata dan kalis
3. Masukan tepung sagu sedikit demi sedikit sebanyak 1/2kg, uleni hingga kalis/rata
4. Lalu ambil/pindahkan adonan tersebut sedikit demi sedikit kebaskom kecil, diuleni dengan sagu yang tersisa, sedikit demi sedikit.
5. Bentuk adonan pempek sesuai selera

catatan :
-Jika bau ikannya agak amis/bau, beri sedikit bawang putih yang sudah ditumbuk/halus pada point 1
- pada point 1, adonan bisa juga ditambahkan dengan sedikit minyak sayur (sesuai selera)
- saat merebus pempek, airnya beri sedikit minyak sayur supaya pempek tidak lengket
- Point 4, jangan terlalu banyak meng-uleni pempek akan berakibat pempek menjadi keras
-selamat mencoba semoga bermanfaat.

Resep adonan pempek menurut beberapa versi lainnya :

Sumber: Sedap Sekejap
BAHAN:
500 gram daging ikan tenggiri atau ikan gabus (pilih yang betul-betul segar)
10 sendok makan air es
2 1/2 sendok makan tepung terigu
150 gram tepung kanji
2 sendok teh garam
1/2 sendok teh vetsin

CARA MEMBUAT :
1. Haluskan ikan dengan saringan sampai lembut.
2. Masukkan air es, vetsin, dan garam. Aduk sampai lengket. Tambahkan tepung terigu dan kanji sambil diuleni hingga tidak menempel lagi ditangan.
3. Bentuk adonan sesuai dengan jenis pempek.

TIP :
1. Makin segar ikan, makin baik hasil pempek yang Anda buat. Usahakan menyimpannya dalam lemari pendingin atau freezer
2. Banyak variasi resep pempek yang ada. Yang patut diingat, semakin banyak cairan (air), makin banyak kanji yang harus ditambahkan. Biasanya, hasilnya jadi makin kenyal.
3. Bila Anda kesulitan membentuk pempek, lumuri tangan Anda dengan tepung kanji.
4. Menggoreng pempek selalu di dalam minyak panas agar pempek tidak merekat di dasar wajan. Baik sekali kalau Anda menggunakan wajan dengan bahan teflon. Menggoreng pempek sebaiknya tidak terlalu lama agar tidak pecah dan meletus.


Versi Lainya
Bahan 1:
1 kg bersih daging Ikan Tenggiri, haluskan dengan blender
200 ml air
2 butir telur

Bahan 2:
50 gram Tepung terigu
2 sendok makan garam
2 sendok teh gula pasir
4 siung bawang putih
200 ml air

Bahan 3:
800 gram tepung Sagu tani + sedikit tepung Tan Mien

Cara membuat:
1. bahan 1 dicampur dan diaduk-aduk dengan jari tangan sampai tercampur homogen. masukan kulkas, biarkan menjadi mengental.
2. Bahan 2, dicampur dan didihkan dengan api kecil sambil diaduk terus sampai mengental, dinginkan dan masukan kulkas.
3. 30 menit kemudian, Campurkan adonan bahan 1 dan bahan 2, aduk dengan jari tangan sampai tercampur rata.
4. Masukan tepung sagu kedalam campuran adonan Ikan sedikit demi sedikit, sambil diuleni dengan ujung jari tangan.
5. Adonan masih agak terasa lengket, supaya gampang dibentuk, lumuri tangan dengan sagu, ambil sesendok makan adonan dan bentuk bulat panjang. atau bisa juga dijadikan pempek kapal selam.
6. Masukan pempek yang sudah dibentuk dalam air mendidih, sampai matang (pempek akan mengapung).

Sumber: detikfood
Bahan:
1 Cangkir (1 bagian) Ikan Tenggiri Giling
1 Cangkir (1 bagian) Air putih
Garam secukupnya
2 sdm minyak goreng
Tepung kanji secukupnya

Saus Cuko:
1 kg gula merah yang bagus,potong-potong
cabai rawit sesuai selera
200 g bawang putih
3 sdm cuka putih/air asam/air jeruk nipis
garam secukupnya
2 liter air

Cara Membuat:
Campur ikan giling dengan air dan garam hingga benar-benar larut dan cukup asinnya.
Tambahkan tepung kanji secukupnya sampai adonan bisa diuleni (banyak sedikit tepung kanji tergantung pada kekenyalan yang diinginkan). Jika suka yang kenyal bisa dipakai lebih banyak.
Adonan pempek siap dibentuk sesuai selera. Untuk pempek kapal selam, ambil adonan secukupnya, bentuk seperti mangkuk, isi dengan telur ayam mentah lalu rekatkan agar tidak bocor.
Rebus dalam air mendidih dengan api sedang hingga mengapung. Angkat, tiriskan. Masukkan dalam air dingin.
Untuk pempek lenjer, bentuk adonan seperti silinder dan rebus sampai mengambang kemudian angkat dan masukkian dalam air dingin.
Untuk andaan, ambil adonan secukupnya, tambahkan sedikit bawang goreng atau daun bawang iris seta telur, aduk rata. Bentuk adonan menjadi bola-bola dan goreng dalam minyak panas dengan api kecil hingga mengapung dan matang.
Saus Cuka:
Masak gula merah bersama air secukupnya hingga larut.
Haluskan bawnag putih dan cabai rawit lalu tambahkan ke dalam rebusan gula dan didihkan.
Masukkan cuka dan garam. Rebus dengan api kecil selama 1 jam hingga agak kental. Angkat dan saring.
Sajikan bersama pempek dengan ebi yang dihaluskan.
Catatan:
Pilih ikan tenggiri yang segar dan ambil dagingnya lalu haluskan hingga serabut-serabut putih dari dagingnya terangkat.
Untuk resep tradisional ini, ukur daging tenggiri halus dalam wadah atau mangkuk. Kemudian tambahkan air sebanyak ukuran daging ikannya (misal, jika setengah mangkuk ikannya, air yang dipakai setengah mangkuk juga).
Jumlah tepung kanji yang dipakai disesuaikan dengan tingkat kekenyalan pempek yang diinginkan. Makin banyak kanji akan makin kenyal atau keras.
Secara tradisional pempek disajikan tanpa mi kuning.




Sunday, 5 August 2012

Ada Daerah-Wilayah Apa di Kota Palembang?


Bicara kota Palembang membuat saya kangen dengan makanan khas-nya empek-empek dan pindang patin, sebab saya memang besar di Palembang, meskipun kini harus hidup berpindah-pindah kota, Palembang tetap menjadi bagian tersendiri. Sebenarnya ada apa di Palembang? Kota metropolis terbesar no.5 di Indonesia setelah Jakarta,Bandung,Surabaya,dan Medan.

Wilayah kota Palembang
Kota Palembang dibagi menjadi dua wilayah yang dikenal dengan SU-Seberang Ulu dan SI-Seberang Ilir, kedua wilayah tersebut di batasi oleh sungai Musi, tepatnya Jembatan Ampera sebagai pembatas keduanya.

Seberang Ulu
Daerah seberang ulu dibagi dua menjadi SU-I dan SU-II, masing-masing yang dikenal dengan daerah Plaju, Jaka Baring, dan Kertapati. Kebanyakan penduduk disekitar wilayah tersebut berasal dari daerah Komering - OKU dan OKI, ada juga yang keturunan Arab disekitar daerah Plaju. Untuk menuju ketiga daerah tersebut tidaklah rumit, setelah dari Jembatan Ampera, jika memilih belokan / arah kiri akan menuju kota Plaju ( Jl. A.Yani), belokan / arah kanan menuju kota Kertapati, dan jika memilih jalan lurus menuju arah Jaka Baring, tempat sempat berlangsungnya Sea Games 2011.

Seberang Ilir
Daerah seberang ilir merupakan tempat pusatnya kota bisnis dan administratif  Palembang. Beberapa nama daerah /wilayah kota antara lain :
- 16 ilir ( Pasar 16ilir,Benteng kuto Besak, Monvera,dsb)
- 3 ilir 
- Bukit Lama
- Bukit Baru
- Pakjo
- Sekip
- Lemabang
- Sekoko
- Kenten Sako ( Prumnas Sako)
- Pa-limo, dsb

Beberapa nama-nama jalan terkenal yang masuk wilayah SI-I / Seberang llir-I sbb:
- Jln. Sudirman ( merupakan nama jalan yang paling panjang cangkupan wilayahnya, dari Jembatan Ampera-Air Mancur hingga Jembatan Layang,tepatnya di Kantor Pusat Kepolisian Palembang
- Jln. Merdeka ( menuju lokasi bukit besar dan bukit kecil, dst)
- Jln. Demang Lebar Daun ( daerah Pakjo, macan lindungan dan sekitarnya)
- Jln. Kapten A.Rivai ( Kantor gubernur dan sejumlah kantor dinas kota lainnya)
- Jln. Basuki Rahmat ( menuju daerah Kenten ,sekip ujung,dst)
- Jln. Lemabang ( menuju lemabang, sekojo,Pusri,dst)
- Jln. Kol.H.Burlian ( menuju arah Palimo dan betung, juga bisa menuju lokasi Bandara SMB Palembang)

Daerah seberang ilir terdapat banyak pusat bisnis seperti mall, swalayan, pendidikan, dan Kantor dinas Kota serta perusahaan swasta lainnya. Semoga bermanfaat. Mohon koreksinya jika informasi ini belum sempurna.