Saturday, 19 September 2015

Keistimewaan Hari Arafah,9 Dzulhijjah


Bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah 1433 H, besok, Kamis 25 Oktober 2012 M, berarti wuquf di 'Arafah bagi jama'ah haji dan bagi selain mereka berpuasa padanya dikerjakan besok hari. Para ulama sepakat, puasa hari 'Arafah adalah puasa sunnah dalam sehari yang paling utama. 


Keutamannya puasa sunnah 
diterangkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
"Puasa hari 'Arafah; aku berharap kepada Allah akan menghapuskan dosa setahun yang telah lalu dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim dari hadits Abu QatadahRadhiyallahu 'Anhu)

Mustajabnya berdo'a di hari Arafah
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).

Mustajabnya do’a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat

Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa dan pembebasan dari siksa neraka. Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”(HR. Muslim no. 1348) 


Perbanyak Amal Shalih Padanya
Di samping berpuasa pada hari 'Arafah, dianjurkan juga untuk memperbanyak amal-amal shalih lainnya seperti shalat sunnah, sedekah, zikir, takbir, tilawah Qur'an, berbakti kepada orang tua, dan amal-amal shalih lainnya. Ini berlaku pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah secara umum. Secara khusus, lebih dianjurkan pada hari 'Arafah.
Sabda Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Dawud dan  Ibnu Majah)


(berbagai sumber)

Tutup Buku atau Pindah Halaman

Ada saat dimana ketika kita harus memilih antara mengubah halaman dan menutup buku. Beberapa bab mungkin sudah terisi penuh oleh coretan, pada halaman lain mungkin terbiarkan kosong tanpa tahu harus menulis apa atau sengaja memindah halaman lain
berharap coretan itu berubah makna. Atau malah kita memutuskan untuk menutupnya rapat-rapat, hingga suatu hari nanti buku tersebut akan kita buka kembali, sekedar mengais jejak yang tertinggal.

Begitulah hidup, terkadang kita tidak yakin menghadapi sesuatu dan dihinggapi keraguan dan ketakutan. Hingga kita membiarkan waktu yang akan menjawab semuanya. Mungkin kita bukanlah sosok mumpuni dalam mengeja ritme kehidupan, mungkin pula hanyut dalam mimpi-mimpi yang tidak tahu kapan akan berakhirnya. Suatu saat, ketika Allah menghadirkan rencana lain diluar dugaan, semua seakan berubah dari haluan. Rasa khawatir dan keraguan tiba-tiba mulai memudar, berganti semangat baru lalu mengganti lembar demi lembar buku yang seharusnya tak lagi mengingat cerita usang.

Allah telah membuka hati kita untuk berubah, IA menitipkan cara lain dan berjalan menjauh dari sesuatu yang meresahkan, entah itu keterlibatan dalam emosional, fisik dan finansial. Kita masih bisa menjalani hidup yang penting dan membuat perbedaan. Jadi bagaimana mungkin kita meninggalkan Allah, bila pada satu titik tertentu, kita diharuskan menutup buku, atau mengubah halaman? Bukankah Allah Maha Mengetahui dari lembaran waktu yang belum kita goreskan. 

Waktu tak menunggu kita untuk berubah, waktu menuntun kita membuat perubahan. Keputusan untuk memilih antara keduanya, menutup buku atau pindah halaman sering menyisakan rasa kekhawatiran. Apapun itu nantinya, semoga menjadi catatan waktu yang penting, moment berharga dari sebuah pilihan. Lembar buku kita tak mungkin bersih dari tinta hitam, tak harus rapi layaknya kesempurnaan Allah menghadirkan matahari dan bulan sebagai lentera di waktu siang dan malam. Matahari begitu sempurna menutup malam dan berjanji esok selalu menyinari, sedangkan bulan tak kehilangan keindahannya ketika matahari harus menggeser kebaradaanya di jelang siang. Closing the book, sudah saatnya menutup sesuatu, memaafkan yang harus di maafkan, berdamai dengan sesuatu yang pernah menghadirkan rasa tidak nyaman. 

There comes a time when you have to choose between turning a page and closing a book
 - suatu hari suatu saat suatu masa -

Friday, 18 September 2015

Mengenang Sejarah Ka'bah


Ka'bah adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah

Ka’bah  awalnya dibangun oleh Adam dan kemudian anak Adam, Syist, melanjutkannya. Saat terjadi banjir Nabi Nuh, Ka’bah ikut musnah dan Allah memerintahkan Nabi Ibrahim membangun kembali. Al-Hafiz Imaduddin Ibnu Katsir mencatat riwayat itu berasal dari ahli kitab (Bani Israil), bukan dari Nabi Muhammad.

Ka’bah yang dibangun Ibrahim pernah rusak pada masa kekuasaan Kabilah Amaliq. Ka’bah dibangun kembali sesuai rancangan yang dibuat Ibrahim tanpa ada penambahan ataupun pengurangan. Saat dikuasai Kabilah Jurhum, Ka’bah juga mengalami kerusakan dan dibangun kembali dengan meninggikan fondasi. Pintu dibuat berdaun dua dan dikunci.

Di masa Qusai bin Kilab, Hajar Aswad sempat hilang diambil oleh anak-anak Mudhar bin Nizar dan ditanam di sebuah bukit. Qusai adalah orang pertama dari bangsa Quraisy yang mengelola Ka’bah selepas Nabi Ibrahim. Di masa Qusai ini, tinggi Ka’bah ditambah menjadi 25 hasta dan diberi atap. Setelah Hajar Aswad ditemukan, kemudian disimpan oleh Qusai, hingga masa Ka’bah dikuasai oleh Quraisy pada masa Nabi Muhammad.

Dari masa Nabi Ibrahim hingga ke bangsa Quraisy terhitung ada 2.645 tahun. Pada masa Quraisy, ada perempuan yang membakar kemenyan untuk mengharumkan Ka’bah. Kiswah Ka’bah pun terbakar karenanya sehingga juga merusak bangunan Ka’bah. Kemudian, terjadi pula banjir yang juga menambah kerusakan Ka’bah. Peristiwa kebakaran ini yang diduga membuat warna Hajar Aswad yang semula putih permukaannya menjadi hitam.

Untuk membangun kembali Ka’bah, bangsa Quraisy membeli kayu bekas kapal yang terdampar di pelabuhan Jeddah, kapal milik bangsa Rum. Kayu kapal itu kemudian digunakan untuk atap Ka’bah dan tiga pilar Ka’bah. Pilar Ka’bah dari kayu kapal ini tercatat dipakai hingga 65 H. Potongan pilarnya tersimpan juga di museum.

Empat puluh sembilan tahun sepeninggal Nabi (yang wafat pada 632 Masehi atau tahun 11 Hijriah), Ka’bah juga terbakar. Kejadiannya saat tentara dari Syam menyerbu Makkah pada 681 Masehi, yaitu di masa penguasa Abdullah bin Az-Zubair, cucu Abu Bakar, yang berarti juga keponakan Aisyah.

Untuk membangun kembali, seperti masa-masa sebelumnya, Ka’bah diruntuhkan terlebih dulu. Abdullah AzZubair membangun Ka’bah dengan dua pintu. Satu pintu dekat Hajar Aswad, satu pintu lagi dekat sudut Rukun Yamani, lurus dengan pintu dekat Hajar Aswad. Abdullah bin Az-Zubair memasang pecahan Hajar Aswad itu dengan diberi penahan perak. Yang terpasang sekarang adalah delapan pecahan kecil Hajar Aswad bercampur dengan bahan lilin, kasturi, dan ambar. Jumlah pecahan Hajar Aswad diperkirakan mencapai 50 butir.

Pada 693 Masehi, Hajjaj bin Yusuf Ath-Taqafi berkirim surat ke Khalifah Abdul Malik bin Marwan (khalifah kelima dari Bani Umayyah yang mulai menjadi khalifah pada 692 Masehi), memberitahukan bahwa Abdullah bin Az-Zubair membuat dua pintu untuk Ka’bah dan memasukkan Hijir Ismail ke dalam bangunan Ka’bah.

Hajjaj ingin mengembalikan Ka’bah seperti di masa Quraisy; satu pintu dan Hijir Ismail berada di luar bangunan Ka’bah. Maka, oleh Hajjaj, pintu kedua–yang berada di sebelah barat dekat Rukun Yamani–ditutup kembali dan Hijir Ismail dikembalikan seperti semula, yakni berada di luar bangunan Ka’bah.

Akan tetapi, Khalifah Abdul Malik belakangan menyesal setelah mengetahui Ka’bah di masa Abdullah bin AzZubair dibangun berdasarkan hadis riwayat Aisyah. Di masa berikutnya, Khalifah Harun Al-Rasyid hendak mengembalikan bangunan Ka’bah serupa dengan yang dibangun Abdullah bin Az-Zubair karena sesuai dengan keinginan Nabi.

Namun, Imam Malik menasihatinya agar tidak menjadikan Ka’bah sebagai bangunan yang selalu diubah sesuai kehendak setiap pemimpin. Jika itu terjadi, menurut Imam Malik, akan hilang kehebatannya di hati kaum Mukmin. Pada 1630 Masehi, Ka’bah rusak akibat diterjang banjir. Sultan Murad Khan IV membangun kembali, sesuai bangunan Hajjaj bin Yusuf hingga bertahan 400 tahun lamanya pada masa pemerintahan Sultan Abdul Abdul Aziz. Sultan inilah yang memulai proyek pertama pelebaran Masjidil Haram. (http://www.facebook.com/MarilahShalat)


Thursday, 17 September 2015

Ketika Cinta Harus Ditanggalkan

Selalu ada orang berlalu lalang hadir dalam kehidupan kita. Ada yang melintas sesaat dan terlupakan, ada pula yang sempat berdiam lama tapi tak menimbulkan bekas, dan ada lagi seseorang yang kehadirannya dianggap tak berarti namun justru sulit terlupakan. Semua yang hadir tentu saja menimbulkan kesan dan pesan, sekecil apapun kehadiran mereka, tetap saja menjadi rangkaian cerita hidup terpatri dalam bingkai usang, bermakna dan memberikan pelajaran.


Begitu banyak cerita cinta yang pernah mengisi hidup seseorang. Cinta datang tak diundang, tiba-tiba hadir, datang dan pergi sesuka hati, meninggalkan kenangan indah dan pahit, tapi tetap saja ditunggu kehadirannya. Tidak ada yang tahu persis arti atau makna cinta yang sebenarnya, seperti kedatangannya tak terduga, bagaikan hembusan angin, abstrak tapi bisa dirasakan. Jika cinta ibarat angin atau udara lepas, tentu tidak akan banyak yang tersakiti karena cinta, tak akan ada cerita sendu dan bahagia, dan manusiapun tak perlu bersibuk diri belajar memahami arti cinta yang sebenarnya.

Banyak kata-kata bermakna cinta yang menggelitik hati. Ada yang bilang 'First love never dies' dan ada yang lebih keren lagi " kutunggu jandamu /  dudamu ". Kesan yang ditimbulkan cinta hampir tidak sama. Bahkan sekelas ahli filsafat / filosofi tidak bisa mendefinisikan 'cinta itu apa'!. Jika banyak yang patah hati karena cinta, bukankah cinta tidak pernah salah, harusnya kita sendiri yang bertanya 'mengapa aku harus menanam cinta' agar supaya tidak ada kata-kata ' aku menyesal pernah bertemu denganmu'

Dampak yang ditimbulkan cinta memang sangat luar biasa.Lalu apa jadinya apabila cinta yang telah lama padam  bangkit kembali hanya karena sebuah pertemuan yang tidak terduga?, tak bisakah kita menghindarinya, atau menikmati dan mencoba meraihnya kembali, atau malah membiarkan diri terlena dalam mimpi - mimpi lama yang entah kapan berakhirnya? Entahlah. Kenangan bisa saja muncul kepermukaan meski sekuat apapun pertahanan kita untuk menghindarinya. Menghapus kenangan menjadi bagian pekerjaan yang sulit dilakukan, apabila kita selalu mencoba mengais jejak -jejak waktu yang seharusnya ditinggalkan.

Kita bukanlah pengatur skenario cerita kehidupan. Kita juga tak mampu memutar perjalanan waktu. Tapi kita masih bisa memimpin diri sendiri, apakah tetap ingin hidup dalam sebuah kenangan, atau membuangnya jauh-jauh meski harus berat hati melepaskannya. Sangat jarang terjadi bila cinta lama bisa berubah menjadi sebuah persahabatan, yang ada malah sama-sama tenggelam dalam kenangan atau sama-sama saling mengingatkan untuk tidak ingin terlibat dalam sejarah masa lalu. 

Itulah pilihan, sakit memang, tapi kita harus tetap memilih. Jalan terbaik untuk melupakan seseorang yang pernah dicintai adalah jangan pernah menyakitinya. Kebencian tidak akan menyelesaikan masalah. Semakin kamu membencinya, semakin terjerat dirimu dalam kenangan. Semakin kamu menyakitinya, makin kuat hatimu untuk menjenguknya kembali. Berdamailah dengan masa lalu dan kesakitan-kesakitanmu,

Berusahalah untuk menghargai sebuah kenangan, tetaplah baik meski bukan untuk bersama kembali. Dia atau pun dirimu, hanyalah pengisi masa lalu, bisa jadi pernah bertemu ditempat yang salah, bisa juga berjumpa disaat yang tepat tapi sebagai tempat pembelajaran. Karena itu, berusahalah untuk selalu menghargai kehadiran seseorang, bisa jadi apa yang kamu anggap kecil dan rendah, justru kehadirannya sangat berharga setelah ia tak lagi disisimu. Jangan menyesal dan biarkan kenangan pergi meski hati tak memberi. (penghujung kemarau)

Sunday, 30 August 2015

Friday, 28 August 2015

Untuk Ibuku

Ibuku............
Bukan siapa - siapa
bukan wanita karier
juga bukan wanita pengejar karier
Ibuku, hanyalah seorang wanita pembina karier dalam keluarganya
Ia tidak pernah mengeluh meski  waktunya hanya berkarir dirumah 
dan..Ia selalu bersyukur meski hanya berprofesi Ibu Rumah Tangga  yang selalu dipandang sebelah mata

Ibuku..
Tidak pernah kenal partai politik
bahkan ketika perempuan lain sibuk belajar dipanggung politik
ibuku justru memilih mengajari anak-anaknya berpolitik dirumah
sebab kata ibuku ' Hidup itu harus berpolitik '
maksud ibuku..politik diperlukan dalam mendidik anak-anak dan membangun sebuah keluarga,
seorang ibu harus mampu mengelola keuangan keluarga, setia bersama keluarga meski dalam derita,
dan ibu harus  menjadi pengayom dan berlaku bijaksana ketika konflik dalam keluarga

Ibuku...
bukan wanita pesolek
kata ibuku...wanita akan semakin cantik jika merias dirinya dengan Iman
perhiasan dan kosmetik selalu mengelabui pandangan, kesederhanaan bukti dari sebuah kejujuran
maksud ibuku..pakaian hanya pemanis pemandangan, sedangkan Iman pemanis dalam semua kehidupan
Ibuku..
bukan wanita materialis...bukan pula tidak butuh duit
kata ibuku..manusia perlu belajar menghargai duit tapi bukan berarti menjadi pelit
nasehat ibuku..jika kita pintar mengelola duit, maka kita tidak akan diperdaya oleh duit

Ibuku...
bukan wanita pengejar emansipasi, dan tidak ingin menjadi budak jaman
kata ibuku ' wanita akan semakin kuat jika dipersenjatai dengan kelemahannya"
wanita menangis bukan karena lemah, istri patuh terhadap suami bukan berarti bisa diperdaya laki-laki
Ibuku pernah berkata "Jadilah wanita yang berjiwa seperti laki-laki, tetapi berhati Perempuan"
maksud ibuku, perempuan harus kuat dan tegar disetiap badai dan tetap lembut ketika kerasnya kehidupan

Itulah ibuku....
hanya wanita biasa, tapi menjadi luar biasa bagi anak dan keluarganya.
ibuku hanya sosok perempuan sederhana namun tetap terus belajar meski tidak hidup dijamannya
Ibu tidak pernah menuntut banyak bahkan selalu berkorban lebih banyak. 
..dan aku belajar banyak dari ibuku... belajar menangis, belajar mencintai, belajar menghargai..dan belajar menjadi seorang Ibu. Terima kasih ibu, satu kata " Aku rindu ibu, aku cinta Ibu"

Wednesday, 26 August 2015

Akankah Musik Religi, Gambus dan Qasidah Kembali Menghipnotis Panggung Tanah Air?

Musik menjadi salah satu karya universal yang mampu di terima masyarakat. Dakwah yang di kemas dalam syair musik bisa menghipnotis seseorang untuk kembali ke jalan Rabbnya. Lagu bertema religi menarik hati musikus Indonesia untuk makin berkarya saat jelang ramadhan. Banyak penyanyi dari ragam aliran musik memanfaatkan momen tersebut dengan membuat album lagu bernafaskan Islami dengan berkolaborasi bersama artis dan ustadz. 

Sebelum tahun 1980-an, lagu-lagu bertemakan Islami masih mengusung nafas dentuman Rebana yang merupakan cikal bakal dari qasidah modern. Musik yang bertema rohani seperti Gambus merupakan migrasi dari Arab, dan biasanya sentuhan gitar menjadi ciri khas musik ini. Salah satu musikus pertama yang mendirikan orkas Gambus adalah, Syech Albar ( ayah dari penyanyi Ahmad Albar) di Surabaya dengan membuat album piringan hitam. Begitupun dengan musik Qasidah dibawa para saudagar Arab tahun 653. Lagu Qasidah biasanya berlangsung di mesjid dan pesantren. Pada zamannya musik qasidah tidak memasukan aliran musik pop didalamnya, dan biasanya qasidah lama sangat dekat dengan seni baca Al-Quran. Rofiqoh Darto Wahab dan Nur Asiah Djamil salah satu penyanyi qasidah genre lama

Pada qasidah modern,seorang penyanyi dituntut harus mampu pula menyanyikan lagu dangdut. Di Indonesia sendiri, musik Qasidah sempat berjaya di era tahun 80-an, Kolaborasi qasidah  berakar dari  musik timur tengah, dan alat musik yang digunakan biasanya rebana dan kompang. Kompang sejenis rebana tapi tanpa cakram gemerincing disekililingnya.  Lagu bertemakan keagungan  Allah, puji-pujian kebesaranNYA, bertujuan mengajak pada kebaikan, sangat kental terdengar di setiap lirik lagunya. Biasanya qasidah dinyanyikan oleh satu penyanyi dan paduan suara. 

Mungkin anda pernah mendengar lagu " bila izrail datang memanggil ", biasanya lagu tersebut dibawakan memakai rebana dan kompang, sedangkan grup musik qasidah yang sempat berjaya di era-80, Nasidaria,  sempat membuat hit album di tanah air, seperti, Perdamaian, Indung-indung, Nabi Muhammad Mataharinya Dunia, dsb. Satu-satunya penyanyi yang konsisten mengusung lirik mengajak pada kebajikan ( bernafas Islam ) adalah Rhoma Irama ( Soneta ). Grup musik beraliran dangdut ini tidak pernah gonta-ganti personil. Subahanallah, pengaruh lirik lagu yang mereka bawakan membuat personil Soneta Grup tidak pernah terjangkit gosip yang aneh-aneh dan anggotanya pun masih eksis (panjang umur) sampai sekarang

Musik pada dasarnya adalah hiburan, membuat orang lain jadi terhibur dan semangat beraktifitas . Setiap alunan musik mampu meredakan jiwa yang marah dan mendamaikan bumi yang memanas. Musik bukanlah objek sasaran empuk yang dijadikan alasan penyebab orang terlena, hanyut bahkan mabuk-mabukan akibat nada dan syair yang mereka dengar. Musik tetaplah musik, yang sebaiknya dikemas dengan syair mendidik, membuat perasaan orang menjadi tenang, tidak harus tanpa teriakan apalagi lemparan botol. Saat seseorang menciptakan sebuah musik yang indah dengan lirik bernafas Islam, bukan tidak mungkin berapa juta orang yang kamu beri manfaat karenanya Adakah hal lain yang mampu melakukan hal itu selain musik? Lalu, akankah musik gambus dan qasidah kembali menghipnotis panggung tanah air? Entahlah